Makam tagadis elok

 Tagadis Elok, berdasarkan cerita yg saya dapat dari Abang2 di Desa Pagar Puding,  adalah sesorang Gadis yang sangat cantik,  Tagadis bs di artikan sesorang gadis,  Elok di artikan bagus atau cantik,  sangking cantik nya, Tuo-Tuo Kampung berucap " cukuplah cuma Kau be gadis yang lahir  secantik Kau ko,  jangan ado lagi yang lahir macam kau ko", krn kecantikanya menjadi rebutan,  Makam Tagadis Elok ini terletak diantara Dua Desa,  Desa Pagar Puding dan Desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu,  nama Tebo Ulu dulunya adalah Desa IX Koto, diarea Makam Tagadis Elok tsbt adalah Makam2 tua, dan cerita tentang Tagadis Elok tsbt adalah,  bahwa Tagadis Elok adalah anak Raja Johor yang merupakan Raja Kerajaan Melako Intan, yang mempunyai dua orang adik yang satu berwujud buaya yang satu lagi Sayang Tebuang,  dan Seoarang Ibu yang saya tidak tahu siapa nama Ibu Tagadis Elok tsbt,  istri dari Raja Johor Raja Kerajaan Melako Intan tsbt,  Raja Johor mempunyai dua Panglima bernama Panglima Batu dan Panglima Hitam, dalam salah satu cerita yg saya dapat,  ketiga anak Raja Johor tsbt terlahir dgn wujud dan sifat yg berbeda,  Tagadis Elok gadis yg cantik luar biasa,  anak nya yg kedua berwujud buaya,  anak yg ketiga mempunyai keanehan,  dimana anak yg ketiga tsbt jika dibaringkan diatas tempat tidur,  tempat tidur hancur,  dibaringkan diatas tanah, tanah berlobang, melihat keanehan yg ketiga ini Raja Johor meminta pendapat pada penasehat nya,  & penasehatnya ada yg mengatakan anak tsbt harus dibuang karna bisa merusak Kerajaan,  mendengar hal tsbt Raja Johor percaya,  & kemudian Raja Johor memerintahkan pd Panglima nya agar anaknya tsbt dibuang dgn menghanyutkanya di Sungai batang hari,  untuk membuat tempat anak nya tsbt susah,  karna setiap tempat yg dibuat hancur ketika anak tsbt di baringkan,  akhir nya ketemu tempat yg bisa untuk menghanyutkanya,  yaitu Sebuah Kuali,  & disiapkanlah waktu untuk menghanyutkanya,  namun Tagadis Elok tidak setuju,
Karna Tagadis Elok sangat Sayang dgn adiknya tsbt,  namun karna ini perintah ayahnya,  Tagadis Elok tdk bisa berbuat apa2, sebelum adiknya tsbt di hanyut Kan,  Tagadis Elok sambil me nangis berkata pd adiknya tsbt "aku Sayang kekau dik,  tapi Sayang aku terbuang kerena Kau",  setelah itu dihanyutkanlah adiknya yg disertai dgn Sebuah surat yg mengatakan tentang siapa anak tsbt,  & singkat cerita anak tsbt kemudian di temukan oleh Sebuah Kerajaan & mengasuhnya hingga besar,  kemudian Raja tsbt memberitahukan bahwa Sayang Tebuang adalah anak Raja Johor dari Kerajaan Melako Intan,  mendengar hal tsbt Sayang Tebuang Marah dan akan membalas dendam pd ayahnya Raja Johor yg tega telah membuang nya (bersambung), kita kembali pd cerita setelah Sayang Tebuang di hanyutkan,  Tagadis Elok selalu menangis,  dan Ibu nya lah yg bs menenangkan Tagadis Elok,  seiring waktu setelah Sayang Tebuang dibuang,  anak kedua Raja Johor yg berwujud buaya tumbuh besar,  & suka bermain di Sungai batang hari,  namun anak Raja Johor ini suka mengangu Rakyat yg mandi di Sungai batang hari,
Dan kemudian ada Rakyat yg mengadu pada Raja Johor,  mendengar hal tsbt,  Raja Johor memerintahkan pd Dua Panglima nya untuk menangkap anak nya tsbt,  dan kemudian Raja Johor juga memerintahkan  membuat kolam untuk mengurung anaknya tsbt agar tidak bs kemana mana dgn memagari kolam tsbt,  setelah anak nya ditangkap,  kemudian dibuat lah Sebuah kolam yg Pagar nya dari kayu Puding, dan kemudian anak Raja tsbt di masukan kdlm kolam yg di pagari kayu Puding,  dan ini lah sptnya yang menjadi asal usul nama Desa Pagar Puding di Tebo Ulu tsbt,  yg menurut saya kisah ini terjadi di era IX Koto dulu,  dan spt nya Kerajaan Melako Intan Bagi saya bs dikatakan bagian dari sejarah peradaban hidup di Tebo Ulu dulu,  atau bagian dari sejarah Leluhur Tuo-Tuo Margo IX Koto Tebo dulu,  untuk kelanjutan cerita Tagadis Elok dan Kerajaan Melako Intan,  saya berharap Abang2 Pemuda Desa Pagar Puding Tebo Ulu bisa membukukan cerita sejarah nya yg ada,  karna ini adalah salah satu cerita sejarah lokal Tebo dulu yang ada di Kecamatan Tebo Ulu, & buktinya ada Makam Tagadis Elok yg dimakamkan di pemakaman tua yg ada di antara Desa Pagar Puding dan Desa Jambu,  di pemakaman tsbt juga ada Makam ayah Tagadis Elok,  Raja Johor, Keluarga Raja Johor,  serta makam kedua Panglima nya,  Panglima Hitam dan Panglima Batu,  dll,  kalau salah saya mohon Abang2 dari Desa Pagar Puding untuk mengkoreksinya ni,  dan untuk sejarah ini harus digali kembali dan di telusuri kembali, mengali dan melestarikan kembali Sejarah cerita Rakyat dan legenda rakyat Tebo dulu,  Lestari Kearifan Lokal Tebo,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jembatan Beatrix